Jumat, 12 Desember 2008

Contoh Pembuatan Iklan Institusional 2


Tujuh Jurus Menaklukan Pasar

Mungkinkah pasar yang begitu rumit bisa ditaklukan? Mungkinkah seorang investor di pasar modal senantiasa bisa mengail untung dalam kondisi apapun, baik di saat kondisi sedang bergairah (bullish) maupun di saat pasar sedang lesu (bearish)? Selintas jawabannya sangat tidak mungkin. Tapi belakangan ini di beberapa surat kabar, ditemukan ada iklan yang menawarkan seminar tentang trik jitu untung besar di pasar uang dan pasar modal. Lengkap dengan panduannya. Dalam iklan-iklan itu selalu tertulis mimpi indah bagaimana seorang investor bisa menjadi kaya mendadak dengan memutar uangnya di pasar uang dan pasar modal. Jika tertarik dengan iklan semacam itu silahkan ikuti dan buktikan.

Namun sebelum mengikuti tawaran seperti itu ada baiknya mencari tahu apakah si instruktur adalah seorang yang kaya raya berkat keberhasilan trik yang ditawarkannya itu atau tidak? Jika ya, sangat dianjurkan mengikuti seminar semacam itu, tapi jika tidak sebaiknya mencari jurus lain yang lebih mumpuni dan teruji.

Nah, salah satu kiat investasi portofolio yang sudah teruji keandalannya disodorkan oleh William J. O'neil, seorang pelaku pasar di Amerika Serikat yang kemudian karena kesuksesannya investasinya lantas mendirikan surat kabar Investor Business Daily (IBD), sebuah harian investasi yang berpengaruh di sana. Melalui pengalamannya bertahun-tahun menjadi pelaku dan sekaligus melakukan riset pasar O'Neil melahirkan sebuah kiat investasi yang dikenal dengan istilah Investasi Momentum dengan tujuh jurus yang mampu menuntun investor melakukan lompatan investasi secara signifikan. Tujuh jurus investasi yang dikenalkan O'neil ini dikenal dengan julukan Can Slim. Ini sebenarnya merupakan sebuah akronim dari tujuh jurus tersebut (baca: Ini Dia Jurus Can Slim).

Cukup banyak kisah sukses yang fantastis dengan menerapkan jurus ini. Dalam bukunya 'How to Make Money in Stocks', edisi tiga, O'neil memaparkan beberapa kisah sukses investor yang menerapkan formula ini. Barbara James, seorang yang tidak pernah membeli saham karena takut risiko investasi di bursa, kini merasa mantap investasi di bursa dengan jurus Can Slim. Ketika pertama kali ia membeli saham EMC Corp, pada 1996 dan menjualnya pada september 2000, ia berhasil menikmati keuntungan 1300 persen. Sedangkan saham kedua yang dibelinya mampu memberikan gain 286 persen.

Dengan metode ini pula, seorang pialang papan atas Morgan Stanley di New York mampu menggenjot rekeningnya dari semula 250 ribu dolar AS menjadi 6 juta dolar AS. Juga seorang Jaksa yang sukses membeli saham Yahoo, Amerika Online dan Qualcomm berhasil melipatgandakan kekayaannya dari semula 300 ribu dolar AS menjadi 18 juta dolar AS. "Sejak menggunakan Can Slim dan IBD, sekarang saya mampu meraih 395 persen dari investasi awal saya," tulisnya dalam 'How to Make Money in Stocks'.

The American Association of Individual Investor telah membandingkan Can Slim dengan jurus investasi populer lainnya yang disodorkan oleh investor ternama Peter Lynch dan Warren Buffet, baik ketika pasar sedang bullish pada 1998 dan 1999 maupun saat pasar bearish tahun 2000. Hasil study independen itu diumumkan pada 2001 dan menyebutkan bahwa Can Slim adalah jurus terbaik dan konsisten kinerjanya. Can Slim memberikan gain 28,35 pada 1998, 36,6 persen pada tahun 1999 dan 30,2 persen pada tahun 2000.

Diterapkan BEJ
Sekjen Masyarakat Investor Sekuritas Indonesia (MISSI) Sanusi mengakui bahwa strategi Can Slim bisa diterapkan untuk pasar Jakarta alias Bursa Efek Jakarta (BEJ). Namun, penerapan bagi investor ritel tidak bisa serta merta. Lho, mengapa?

"Persoalannya hanya pada distribusi data. Distribusi data laporan keuangan kuartalan itu tidak bisa sampai secara merata di tangan investor," ujarnya. Informasi yang berkaitan dengan laporan keuangan biasanya sampai duluan pada analis dalam forum analis meeting. "Kita kan tahu analis itu bekerja pada siapa. Mereka bekerja untuk perusahaan sekuritas," ujarnya. Nah, penyebaran informasi dari analis tidak langsung disampaikan ke investor. Analis masih mengolah, kemudian diserahkan kepada perusahaan.

Dus, dalam penerapan jurus Can Slim di BEJ menemui beberapa kendala. Pertama soal asimetris informasi. Artinya informasi disebarkan secara tidak merata. Kedua, kalaupun informasi disampaikan melalui forum analis meeting, tidak semua perusahaan sekuritas memiliki analis untuk ikut dalam forum analis meeting. Ketiga, informasi yang sudah diolah dari analis biasanya disebarkan secara terbatas pada klien-klien atau investor besar. "Investor ritel mana dapat hasil riset yang rinci dan komprehensif," ujar Sanusi. Ke empat, laporan kuartalan bukan sesuatu yang diwajibkan. "Ada emiten yang menyampaikan, tapi banyak juga yang tidak. Kan repot," tambahnya. Karena itu agar tujuh jurus Can Slim yang dikembangkan O'neil itu bisa diterapkan di BEJ maka distribusi informasi dari emiten harus merata. tim BEJ

Ini Dia Jurus 'Can Slim'

Di negara asalnya, Can Slim kini dikenal sebagai sebuah merk dagang sebuah model investasi. Paduan dari tim riset yang cukup profesional dan dukungan dari surat kabar sekaliber Investor Business Daily, Can Slim menjadi salah satu favorit bagi model investasi di pasar modal. Lantas, apa saja sih jurus Can Slim itu? Secara ringkas, Can Slim sebenarnya merupakan sebuah akronim dari 7 (tujuh) jurus yang dimainkan William J O'Neil. Ketujuh jurus itu yakni:

Current quarterly earning per share: The Higher the better
Pilihlah saham perusahaan yang mampu membukukan pertumbuhan earning per share (EPS) yang dramatis pada periode triwulan. Semakin besar pertumbuhannya EPS triwulan semakin baik. Kalu bisa lonjakan pertumbuhan itu di atas 70 persen.

Annual eraning increases: Look for significant growth
Pilihlah saham yang berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan yang signifikan dan stabil dalam kurn beberapa tahun. Syukur-syukur pertumbuhannya bisa antara 25 persen hingga 50 persen.

New products, new management, new higs: Buying at the right time
Cermati saham perusahaan-perusahaan yang mengeluarkan produk baru, manajemen baru dan mencetak rekor harga saham baru.

Supply and demand: share outstanding plus big volume demand
Jangan anggap enteng saham yang berkapitalisasi kecil atau sedang. Sebab jika permintaan volume perdagangan terhadap saham sejenis ini cukup besar, maka saat itulah saham seperti ini harus diperhatikan.

Leader or laggard: which is your stock?
Apakah saham Anda masuk saham unggulan atau pecundang. Saham unggulan biasanya saham perusahaan yang menjadi market leader, posisinya ranking dua atau tiga di industri.

Institusional sponshorship: Follow the leader
Dukungan dari investor institusional, ikuti jejak sang juara. Saham ungulan biasanya menjadi incaran investor institusional papan atas. Perhatikan siapa saja investor institusional yang memegang saham perusahaan tersebut. Ingat, jangan asal mengikuti investor lembaga, tapi ikutilah jejak sang juara.

Market direction: How to determine it
Mengetahui pergerakan arah pasar. Dalam investasi portofolio, arah pasar ini akan sangat menentukan dalam membuat keputusan investasi. Apakah pasar akan bullish ataukah bearish? Anda tentu sudah ancang-ancang untuk menentukan sikap.

Menurut William J O'Neil, dalam bukunya How to Make Money in Stocks, tujuh jurus ampuh di atas tidak hanya bisa diterapkan di Wallstreet, tetapi juga bisa dimainkan di arena pasar lainnya. Silahkan mencoba. tim BEJ

1 komentar:

seven mengatakan...

km smart banget sih....
cakep lagi....
belajar bareng yuk...

najaaviv@ymail.com

blogxa nyusul youWscie